Moh Toha : Industri 4.0 Harus Sesuai Dengan Akar Budaya Indonesia

Seminar Nasional BUMN dengan tema * Menakar Kesiapan Perusahaan BUMN Menapaki Era Industri 4.0 Dan Peleburan Bisnis Sampingan BUMN* Jakarta Insight didukung oleh Komisi VI DPR berlangsung Rabu (5/2) pagi di Grand Sjahid Jaya Hotel, Jakarta.

Acara yang didukung Jamkrimdo, PGN, Jasa Raharja, Angkasa Pura II, BRI, Pertamina Fastron syntetic oil, ASDP Indonesia ferry, BRI, dan lainnya.

Nara sumber M. Toha mengatakan percepatan informasi dan produktivitas meningkat dalam Revolusi industri 4.0 mengacu terhadap budaya Gotong royong dan budaya dalam kearifan lokal yang ada melawan industri kapitalisme.

“Saat dialog dengan BUMN saya pesan agar boleh terbawa arus tapi jangan terseret oleh arus pengaruh dunia. SDM yang ada harus mumpuni untuk mampu bersaing. Termasuk soal modal. Kondisi gula yang masih kurang 600.000 ton antara lain menjadi perhatian kita. Itu karena pabrik yang ada mayoritas adalah peninggalan Belanda, “Jelas Toha.

Ini masih masih bicara 1 Produk. Bagaimana dengan kedele, Garam dan lainnya. Pemerintah hendaknya serius menangani kebutuhan pokok rakyat Indonesia dari segi pemenuhan konsumsi bukan hanya pembangunan infrastruktur dan konstruksi jalan tol semata.

Hingga diturunkan berita ini nara sumber dari DPR Andre Rosiade belum hadir. Panitia sebelumnya menyampaikan pendapat dari anggota DPR lain Aria Bima dan Sondang Tampubolon terkait acara yang diadakan oleh Jakarta Insight.

Melalui pesan singkatnya via WhatsApp Anggota DPR dari Partai Gerindra saat ini tengah rapat terkait persoalan di Padang,Sumatera Barat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *